Diposkan pada Tak Berkategori

Kopi Pulang, 9 Agustus 2017

Meraba tanpa wicara.Seperti asa yang perlahan terbawa pahitnya machiato malam ini.

Tak akan ku seka luka, biar saja ia menganga hingga tak ada lagi mereka yang tergoda untuk mendekat hanya untuk sesaat.

Pahit itu memang sakit bahkan membuat otak menjerit, hati meringkik dan ingin menjerit pada tiap temu yang menghadirkan rindu.

Tak akan lagi ku buka, juga tak akan lagi ku mencoba mengenyahkan semua tentang luka dan tawa yang pernah ada di tiap sudut kota.

Karena aku masih ingin sejenak menikmatimu melalui kata yang keluar pada tiap langkah di kota yang pernah kita amini sebagai kota kita.

Kopi Pulang, 9 Agustus 2017.

Iklan
Diposkan pada Catatan Hati, Tak Berkategori

Sesaat Reflektif Kemudian Apresiatif

-dua puluh enam tahun-

Tahun ini, telah banyak yang terjadi, ada yang datang juga kembali. Ada suka juga luka yang menyayat hati. Ada tawa juga amarah yang menggelora di dada. Ada-ada saja harapan yang membumbungkan cita, tak juga jarang ia patah juga memupuskan asa.

Berkaca pada apa-apa realita yang telah aku enyam meski beberapa membuatku berada di titik kelam.

Pada mereka yang pernah menyakitkan hatiku dengan lisan yang sengaja atau tidak, maafkan aku, perbuatan dan tingkah lakuku sehingga membuat kalian melakukannya.

-dua puluh enam- Lanjutkan membaca “Sesaat Reflektif Kemudian Apresiatif”