Diposkan pada Catatan Sesuka Hati

KISAH SEBENTAR

Aku gak percaya hubungan jarak jauh lagi.

Kamu juga gitu, gak percaya juga dengan hubungan jarak jauh.

Lalu, kenapa kita lakukan? Lanjutkan membaca “KISAH SEBENTAR”

Iklan
Diposkan pada Catatan Sesuka Hati

Anti Baper, Sesekali Buffer

Padahal kamu terbilang cukup baru, kamu pendatang baru, lingkaran pertemananmu cukup lumayan juga disini.

Kamu itu terlihat cukup ekstrovert bagi mereka yang belum kenal, nyatanya kamu juga  seorang introvert kelas tinggi yang bikin heran orang yang mengenalmu. Kamu ambivert.

Berkawan dengan siapa pun adalah hal baik untukmu sedang bersahabat kamu harus mengujinya terlebih dahulu.

Karena baik saja tidak cukup untuk menjalin sebuah persahabatan. Lanjutkan membaca “Anti Baper, Sesekali Buffer”

Diposkan pada Catatan Sesuka Hati, PosCinta

Melepas Ragu, Kembali Utuh

Tepat pergantian tahun, aku sedang berkeluh kesah dengan kasur yang hanya sejenak ku tiduri selama 30 hari belakangan ini tanpa bisa ku nikmati seperti beberapa bulan sebelumnya. Tidak menerima ajakan siapa pun untuk melihat pesta kembang api atau mendengar hingar bingar tiupan terompet khalayak ramai. Aku hanya ingin berkeluh kesah dan bermanja-manja dengan kasurku.

Aku bergegas membeli makan dengan berjalan kaki ke depan, hal yang sudah lama sudah tidak aku lakukan sejak perkembangan teknologi. Tak hanya itu, memasak pun jarang karena belum ada yang siap menjadi berisi dengan masakanku. Menghindari keramaian untuk menikmati keheningan, bentuk syukurku kepada malam yang diciptakan dan hadir setelah siang. Lanjutkan membaca “Melepas Ragu, Kembali Utuh”

Diposkan pada Catatan Sesuka Hati

Minimal Kamu Tahu

Malam ini, ku sengajakan untuk menumpahkan perasaan yang akhirnya sudah ku selesaikan meski pun entah kapan, jelasnya Desember 2017 ini aku sudah teramat merasa baik  dibanding tiga tahun sebelumnya.

Beberapa tahun terakhir, aku cukup terganggu dengan masa lalu bersamamu, orang pertama yang sudah jelas membuang berbagai kesempatanku, yang membuatku tak berhenti menyalahkan diriku sendiri. Beberapa waktu terakhir, aku menerimamu sebagai bagian dari hidupku, bagian dari pelajaranku. Ah, tidak! Aku pun turut andil melakukan kesalahan. Tak boleh menyalahkan siapa-siapa, cukup saja ku jadikan pelajaran.

Tiga tahun berlalu, apa pun itu yang aku lewati, aku masih saja sendiri. Aku memang menjaga hati dengan benar hati-hati. Tak ku biarkan seorang pun menyakiti lagi, cukup kamu saja saat itu. Sebab aku paham resiko mencintai adalah patah hati tapi bukan untuk sengaja dipatahkan.

Lanjutkan membaca “Minimal Kamu Tahu”

Diposkan pada Catatan Sesuka Hati

Teruntukmu Yang Baru

Teruntukmu, orang baru yang akan memasuki babak baru di kehidupanku. Entah untuk sementara atau selamanya. Aku hanya ingin memberitahumu sebelum langkahmu mengetuk pintu hatiku lebih jauh dan hanya akan berakhir sama seperti kisah lama, menjadi masa lalu.

Bisakah kau berdiri sejenak disana, iya tepat dimana garis baru antara aku yang baru dan dia yang lalu. Berdiri disana sajalah, sungguh. Sebentar saja, aku ingin kamu bersungguh dengan hatimu dahulu. Sudahkah kamu melepasnya dengan sukarela? Sudahkah kamu melepas masa lalumu? Atau kamu masih memiliki rasa dengannya, entah itu penyesalan atau kasih sayang. Jika sudah, ketuklah pintuku.

Tunggu, aku belum membukanya utuh. Tanyaku belum berakhir, Apakah kamu sedang mendekati perempuan selain aku? Jika iya, sudah mundur sajalah, jauh-jauh atau menghilang sajalah dari depan pintu dan segera mengenyah juga cari saja perempuan lainnya.

Jangan tanya kenapa, sebab aku hanya ingin menjadi jawaban bukan pilihan atas doa-doa seseorang yang akan menjadi masa depanku. Sebab ini bukan permainan dan aku tak ingin memulai keseriusan dengan candaan. Sebab aku hanya ingin menata kehidupan dengan dia yang mampu meneguhkan hatinya lebih dulu dan meyakinkanku utuh tanpa terburu-buru.

 

Diposkan pada Catatan Sesuka Hati

Karena Kita Semua, Punya

Pernah menjadi kerdil dengan menyeragamkan apa yang sudah jelas berbeda, pikirannya pun pernah terkotakan dengan pakem-pakem yang entah berasal dan dimulai dari mana. Dia pernah mengklasifikasikan bahwa terdapat mereka yang anti sosial dan mereka yang sangat sosial.

Selang hari semakin berganti, ia pun disuguhkan dengan kenyataan yang membuatnya tercengang di setiap harinya, menemukan mereka yang berbeda di setiap harinya. Lanjutkan membaca “Karena Kita Semua, Punya”

Diposkan pada Catatan Sesuka Hati

Perempuan Dibeli, Orang Tua Menjual

Adat perempuan dibeli; adat orang tua menjual; kalau harta sudah di tangan apalagi akan dipersoalkan? – Perawan Dalam Cengkeraman Militer

Aku membaca kutipan ini, kutipan dari seorang Pramoedya Ananta Toer. Aku menjadikannya sebagai kalimat refleksi. Tulisan ini untukku sendiri tapi jika ada perempuan yang lain membaca ini dan merasa bertambah kekuatan hatinya, aku bersyukur. Lanjutkan membaca “Perempuan Dibeli, Orang Tua Menjual”

Diposkan pada Catatan Sesuka Hati

Penyanyi, Menyanyi dan Menangisi

IMG_20151115_213534

Oh Tuhan maafkan diriku
Telah melangkah lugu
Memberi bimbang di hatinya
Ku tahu engkau telah berdua
Tak mungkin ku rasa
Melepas kasih antara kita

Malam itu ku senandungkan lagu keliru milik Ruth Sahanaya, sebagai penyanyi yang menyanyi dari hati karena aku tak menguasai teknik apa pun, aku sadar terkadang aku menangisi apa yang aku alami dengan menyanyi. Aku bercerita melalui lagu-lagu favorit yang sering ku bawakan berulang kali, entah di kamar mandi atau di ruangan milik artis ternama (re: karaokean rame-rame). Lanjutkan membaca “Penyanyi, Menyanyi dan Menangisi”