Trip Tanpa Rencana: Banyuwangi

Short escape is not a holiday. Ditengah kecamuk pekerjaan awal tahun, mari  sejenak memberi kebutuhan diri untuk berlibur tanpa banyak wacana. Banyuwangi, tempat yang terdekat dari posisiku saat itu. Selesai bekerja, H-1 aku langsung melakukan transaksi demi tanda jadi short escape ke Banyuwangi., tujuan saya hanya ingin mendaki Kawah Ijen.

From Kraksaan to Surabaya, malam itu hujan deras, menunggu jemputan di meeting poitn. Hm, sudah lewat satu jam tapi belum kunjung datang. Surabaya menuju Banyuwangi, butuh 6 jam dan lumayan lama serta tanpa tahu siapa nanti yang akan membersamai perjalanan di Baluran, Menjangan dan Kawah Ijen. Iya, se-random itu. Tepat 01.00 WIB, sudah dijemput dan ternyata saya akan liburan dengan 2 pasangan dari Malaysia dan Sintang. Lucu nih pasti 😀

Baluran Tak Hanya Savana Oh Na Na

DSC02759

Taman Nasional Baluran yang berada di Jalan Banyuwangi – Situbondo km 35, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih. Seketika sampai di pintu masuk, rasanya sudah berdebar saja mau menikmati hijaunya savana, karena saat itu belum musim kemarau, jadi Hutan Musim yang terkenal dengan savananya masih berwarna hijau. Lanjut ada Savana Bekol, spot menarik untuk wisatawan mengabadikan gambar, hampir sama seperti hutan musim, mengikuti musim yang ada. Dari Savana Bekol bisa melihat pemandangan yang lebih luas, sejauh mata memandang selalu berdecak kagum. Indahnya! Eh tapi hati,-hati ya karena banyak monyet berkeliaran, pastikan saat keluar tidak membawa makanan dan pastikan mobil tertutup rapat. Selain itu ada Evergreen, Hutan Abadi yang tak terpengaruh musim, selalu hijau. Sepanjang perjalanan mengitari Baluran, beberapa kali saya menangkap ayam hutan, rusa dan beberapa hewan hidup. Kalau kata tour guide saya, Baluran memang terlalu indah kalau hanya dikunjungi sebentar dan juga sekali, perlu lama dan juga mengunjunginya di dua musim berbeda.

DSC02762

Ternyata, Baluran yang terkenal dengan savana punya pantai yang tak kalah indah, Pantai Bama. Sebelum akses jalan Baluran di aspal, butuh waktu sekitar 1-2 jam untuk berkeliling dan sampai ke Pantai Bama, sekarang jalan sudah mulus dan butuh waktu sekitar 30 menit jika tanpa berhenti. Saat sampai di Pantai Bama, matahari sudah keluar, ya baiklah tidak dapat melihat sunrise karena terlalu asik mengitari hutan. Terdapat hutan bakau di bibir pantai, fasilitas di pantai ini pun cukup lengkap. Bisa main-main air juga loh, atau duduk santai di ayunan. Sayang, waktunya hanya sebentar. Menarik untuk dikunjungi lagi, lebih lama juga.

Pulau Menjangan, Melihat Alam dari Dalam

XIAOYI

Sedari awal, aku memang hanya ingin mendaki bukan menyelami, karena ikut trip dan sudah bayar, ikut saja lah ya. Setelah selesai mengitari Taman Nasional Baluran, perjalanan lanjut menuju Grand Watu Dodol untuk menyebrang ke Pulau Menjangan yang secara administratif masuk ke Provinsi Bali. Menaiki kapal dan bergabung dengan bersama teman-teman lain yang niat banget snorkeling (terlihat dari pakaiannya), lah aku gak ada persiapan sama sekali bahkan niatnya pun cuma duduk dari atas saja deh. Lalu niat itu berubah seketika saat di tengah perjalanan aku melihat lumba-lumba sedang atraksi, wah pasti indah nih di dalamnya.

DCIM100GOPROGOPR8529.

Terang saja aku mendambanya, karena dia begitu indah. Lirik lagu begitu indah cukup mewakilkan ketika aku masuk byurr ke dalam air. By the way, aku sampai lupa ke beberapa titik snorkeling karena terlalu indah untuk tak diselami, selesai pun karena dipanggil untuk makan siang. By the way, Menjangan artinya Rusa, rusanya bisa migrasi dari satu pulau ke pulau lain loh. Selain menyelam, kita juga diajak berkeliling serta berinteraksi dengan masyarakat lokal yang ada.

DSC02918

Begitulah asumsi, bilangnya mau mendaki tapi berakhir goyah juga menyelami lautan. Indah kok, indah banget bahkan mau banget kalau bisa berkunjung ke sini lagi, dengan catatan hari sebelumnya punya banyak tenaga dan tidur teratur. Sayang loh, kalau ngantuk di tengah laut, cerita sendiri haha. Sepulangnya kami menuju penginapan dan lanjut makan malam seafood segar ditemani angin pantai, surga dunia!

Mendaki Kawah Ijen, akhirnya!

DSC03179

Tidur hanya dua jam, lalu dibangunkan untuk segera bersiap menuju jalur pendakian Kawah Ijen, tuh kan aku bilang juga apa, tak terencana sih boleh tapi please punya cukup tenaga. Dini hari tepatnya jam 2 pagi, kami memulai pendakian dan yang lain belum pernah naik gunung. Baiklah, mari saling menjaga selama perjalanan. Pendakian selalu punya makna di tiap perjalanan, aku pun menanti pelajaran apa yang ku dapat selama perjalanan kali ini.

Langit cukup gelap, kami sepakat tidak tergesa karena Ijen sedang padat saat jam menanjak tiba. Cukup berjalan ke depan, kalau lelah jangan segan bilang untuk berhenti sesaat. Akhirnya kami tiba, sekitar 2 jam perjalanan untuk melihat Blue Fire, namun bau belerang cukup menyengat dan memutuskan melihat dari titik itu saja sudah cukup, tapi memang blue fire terlihat kecil saat musim hujan tiba. Menunggu mentari terbit agar bisa melihat Ijen dengan berbahagia, aku putuskan tiduran berlapis jaket yang ku bawa, kapan lagi kan bisa gini haha.

DSC03159

Jadi belajar apa saat pendakian serta saat hendak turun ke dan dari Gunung Ijen? Aku belajar memahami pasangan yang ikut tripku, jangan pernah tinggalin pasangan saat di gunung, jangan! Tapi memang benar adanya, melihat sifat asli seseorang saat berada di gunung. Jangan jumawa, ah mudah. Nanti pulang naik ojek! Plus jangan tergesa, karena kita tidak tahu siapa yang mendapatkan bahaya dari kelakuan kita. Tapi aku cukup senang, karena gunung juga memiliki tangan penjaga, ketika aku hampir terjatuh karena tiba-tiba pendaki lain mendaki sambil berlari tanpa berkata, ada yang menolong.

Track pendakian ini cukup menyenangkan, ku kira aspal. Saat turun, baru ku sadar bahwa ternyata curam. Iya, lebih baik naik saat dini hari dan turun sekitar jam 7. Aku pun sempat bercakap dengan penambang disini, iya mereka membawa hasil tambangan dari atas ke bawah beratus kilogram setiap harinya, demi keberlangsungan hidup.

DSC02968

Trip Tanpa Rencana ke Banyuwangi ini aku lakukan di awal tahun 2019, sungguh jangan diulangi lagi trip bayar H-1 dan kurang tidur, karena butuh banyak energi saat ingin menikmati alam Banyuwangi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s