GA Circle Mengajar, Mengajar atau Diajar?

“GA Circle akan segera ada kegiatan baru loh, ikutan yuk jadi panitia, chat dari Arum dan Nadya”, di dalam grup yang berisi kami bertiga saja, sejak pertemuan di Majalengka, kami memiliki kedekatan *eaaa. Akhirnya mereka jadi panitia, aku jadi relawan pengajar dengan pertimbangan aku bisa meluangkan waktu dan pikiran di hari kegiatan saja, sadar diri karena lagi terbatas energi dan fokus.

Hampir saja terlewat briefing karena sedang menghayati perayaan Hut Kemerdekaan RI, beruntungnya punya Arum dan Nadya.  Lokasi briefing cukup jauh, iya perlu ke Soekarno Hatta dan ke kantor Garuda Indonesia dulu. Setiba disana, nampak beberapa yang sudah aku kenal dan juga banyak yang belum kenal. Yey! Bertemu banyak orang baik. Berikut foto bersama relawan dan juga perempuan-perempuan yang berada di grup HALAL 2019, meski 2019 tinggal beberapa bulan lagi.

Aku dan teman-teman baru akan menjadi relawan di MI Babusalam daerah Teluk Naga. Kalau mendengar dari cerita Kepala Sekolah yang hadir saat briefing, kondisi ekosistem disana belum memadai dan butuh banyak pihak untuk berkolaborasi. Menyenangkan ketika mendengar cerita tentang kepedulian terhadap masa depan anak-anak sampai sekolah itu dibuatkan tanpa meminta imbalan apa-apa, tapi ya itu masih banyak tantangan yang perlu bersama kita tuntaskan.

Babak Belajar

Ada yang mengundurkan diri menjadi relawan, satu per satu dan kami harus mulai menguatkan satu sama lainnya. Aku rasanya ingin memilih tidur, karena belum ada persiapan materi dan juga aktivitas di tiap akhir pekan yang selalu penuh jadwal, dan baru pulang sampai rumah jam 11 malam padahal besoknya menjadi relawan. Akhirnya, aku memutuskan untuk membawa boardgames untuk anak-anak nanti sambil memikirkan bagaimana caranya mengenalkan profesiku di dunia pendidikan itu menjadi aha moment untuk mereka semangat belajar, atau minimal punya keinginan untuk jalan-jalan keliling Indonesia, ups haha.

Subuh tiba, mandi dengan mata kantuk tak terkira. Ternyata, perjalanan ke Teluk Naga selain lama tapi juga pemandangan indah, masih bisa melihat hamparan sawah, matahari terbit dan juga ada aliran sungai yang masih digunakan untuk beraktivitas warga sekitar, seperti mandi atau mencuci pakaian. Hmmm.

Setibanya di sekolah, aku dan yang lainnya datang dengan waktu yang bertepatan lalu bergegas merapihkan kebutuhan untuk di kelas sambil melihat kelas juga, saat berada di suatu kelas rupanya ada anak yang terkejut dan seperti bangun dari tidur, rupanya anak tersebut memang sedang tidur dan tertangkap kamera Bu Ai, relawan fotografer kelompokku. Kata anak tersebut, ia harus berangkat pagi sekali karena orangtuanya harus bekerja dan saat itu waktu masih menunjukkan pukul 06.00 WIB.

Pagi itu kami membuka acara dengan senam bersama anak-anak, ada yang nampak malu menggerakan kakiknya serta ada yang juga mau memandu di depan. Setelahnya, aku dan relawan lainnya masuk ke kelas yang sudah ditentukan. Aku mendapat anak kelas tinggi dan aku sadar bahwa akan butuh banyak energi.

2 jam di kelas, rasanya aku cuma mau kasih momen menyenangkan saja buat mereka dan tujuanku bukan saja mengenalkan profesi tapi juga memberikan mereka pengalaman berarti saat berinteraksi di kelas. Aku memulai kelas dengan berkenalan bersama mereka melalui papan nama berbentuk awan yang diikatkan di kepala, mempersingkat waktu. Aku meminta mereka saling membantu untuk memasang, kecuali memang bantuanku diperlukan. Iya, aku mau mereka yang sudah mandiri memasangnya, dapat membantu yang belum bisa, atau bergantian.

Lalu, aku membuat kesepakatan kelas. Hal ini yang membantuku selama kelas berjalan, daripada teriak atau marah-marah, cukup di zamanku saat jadi murid aja toh, ups. Kesepakatannya adalah kalau mendengar tepuk sesuai jumlah, mereka akan ikut bertepuk tanpa dan kalau ada yang berbicara akan mendengarkan, aku menanyakan tujuan kesepakatan kelas buat apa kepada mereka, katanya buat kelas tidak ribut. Efektif? Cukup lumayan efektif sih, karena mungkin ini pengalaman pertama juga bagi mereka. Mereka ku biarkan bercerita tentang cita-cita dan merasakan belajar melalui media yang aku bawa. Beberapa antusias, beberapa terlihat ingin mencoba tapi hanya melihat dan tentunya beberapa ada yang sibuk lari kesana kemari. Ohya, aku berbagi kelas dengan Mba Ami, temanku menonton konser *eaaa.

Selama di kelas, banyak yang ku perhatikan dan banyak catatan tentang pendidikan. Memastikan anak-anak bersekolah masih menjadi tantangan dan tantangan yang sesungguhnya adalah memastikan ketika anak-anak bersekolah dan berada di ruang kelas mendapat pengajaran yang berkualitas, dibantu memaksimalkan potensinya serta memiliki ekosistem yang mendukung. Mungkin berat, tapi saya percaya ini bisa dilakukan. Miskonsepsi tentang sekolah memang perlu digalakan, mengutip apa yang sedang dilakukan teman-teman saya di Kampus Guru Cikal, “bahwa banyak murid yang bersekolah tapi sedikit murid yang belajar.”

Selain aktualisasi diri menjadi relawan, profesi kita dapat menjadi salah satu inspirasi bagi anak-anak, karena saat 1991 saya lahir dan sampai saat ini, banyak profesi yang tadinya belum ada menjadi ada, youtuber misalnya. Mungkin kita mengira dampaknya kecil ketika mengenalkan profesi/pekerjaan kita, namun masih banyak anak-anak yang perlu kita bantu untuk memiliki cita-cita sebagai manusia yang bermakna dan berdampak.

Buat saya bersekolah bukan tentang rangking semata, bukan tentang bersekolah di tempat ternama atau bayarannya seharga dp mobil mewah dan juga, kalaupun ada yang berpikiran seperti itu ya tak apa. Bersekolah adalah tempat untuk mengolah, kemampuan diri, kemampuan berinteraksi dan kemampuan menghadapi tantangan keesokan hari.

photo6102862732358428854

Terima kasih GA Circle untuk kesempatan keduanya. Jadi, kali ini saya mengajar dan juga diajar. Cant wait the next project!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s