A Journey To Remember

Paling seru liburan kemana?
Narnia.
Haha
Kalau bisa sih aku lihat lukisan langsung ketemu Aslan.
Serius!
Kemana?
Apa pun tempatnya, yang paling penting aku harus bisa melupakan kesedihanku. Apa pun, mau pantai atau gunung yang penting aku bisa lupa kalau patah hati itu sakit. Lagi pula, kenapa sih harus patah hati? Toh, dunia ini luas. Masih banyak petualangan yang bisa aku jalani dan alami, mungkin hatinya jadi baik lagi.

Petualangan dimulai. Apa pun, tak ku biarkan kosong. Mari berjalan dan berpetualang.

Menaklukan tinggi, mari naik bukit besar saja agar aku makin yakin yang paling menakutkan bukan tempat yang tinggi tapi gengsi yang tinggi. Berhasil, malam ini hujan deras membasahi tenda. Esoknya, ku jamin badan basah penuh tanah bekas seluncuran saat turun bukit.

Mencintai diri sendiri, pergi ke toko buku atau menonton film kesukaan sendiri. Tidak apa, tidak aneh. Lakukan saja. Tak harus menunggu orang yang sama atau mau menungguimu melakukannya.

Pergi ke Selatan menjadi Relawan. Lalu bersenang-senang dengan air terjun dan menatap hamparan hijau di Ramang-Ramang. Cukup menyenangkan juga menghitamkan kulit.

Kaki ku melangkah secepat itu, badanku berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya namun ingatan itu ku bawa kemana-mana. Itu patah yang paling patah bukan?

Aku marah untuk ekspektasiku sendiri. Kenapa ia begitu besar? Sebegitu besarnya, dia tak cukup lagi ku kemas kembali. Di penghujung senja ini, aku melihat pesan dibalik awan yang sempat terbendung namun sekarang tak terelakan, ia turun deras namun hanya sesaat.

Aku hanya ingat bahwa perjalanan ke luar memang begitu menyenangkan. Pergi ke tempat baru, menambah kontak baru dan membawa cerita juga oleh-oleh dikenang.

Namun aku pun lupa perjalanan ke dalam itu menenangkan. Aku memaknai perjalanan untuk melupakan adalah selalu keluar. Aku lupa bahwa melupakan itu hanya mungkin jika kau mengidap amnesia, aku mau? Tidak. Aku cari, bagaimana masuk ke dalam, rasanya goyang makin lama ia imbang.

Perjalanan keluarku kini aman dan perjalanan ke dalamku kini imbang.

Percakapanku dengan diriku sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s