Kuliner-an di Ranah Minang

Sumatera Barat menjadi salah satu daerah yang saya kagumkan sedari kenal dengan rendang, dendeng balado dan asam pade. Ditambah juga kearifan lokal masyarakat. Tahun 2018, akhirnya saya bisa mencicipi beberapa makanan khas yang berada di Padang dan Pesisir Selatan bersama teman-teman saat bertugas disana!

  • Rumah Makan Gulai Ikan Karang Pak Malin

Saat mendarat telah dekat, ucap pramugarinya. Siang itu kami memulai perjalanan dari Padang menuju Pesisir Selatan yang melewati jalan Bungus. Kami pun mampir di Gulai Ikan Karang Pak Malin, rekomendasi dari Pak Sopir. Kenapa? Karena pemandangannya langsung menghadap gunung dan sawah yang ditanami padi.

Rumah Makan Pak MalinBegitu sampai, taraaaaaa! Kami memesan gulai ikan karang, ikan karang bakar, keripik balado, sambal teri dan terong, rebusan daun singkong dan sambal hijau. Sembari menunggu, kami memilih duduk lesehan sambil menikmati alam. Rancaaaak Bana!

Rumah Makan Pak Malin

Akhirnya, kami menyantap dengan mata berbinar di setiap kunyahannya! Juaraaaaa! Minang memang tidak pernah bohong soal kualitas makanan yang kaya rempah! Rasanya juaraaaaa! Tempat ini tidak pernah sepi apalagi di jam makan siang. Buka jam 10.00 WIB dan paling lama tutup 16.00 WIB. Kebayang gimana nendang rasanya? Soal harga, terjangkau kakak!

  • Rumah Makan Situjuah Painan

RM Situjuah Painan

Makan disini salah satu rekomendasi dari Kak Anya, katanya Situjuah itu enak banget aka suaminya urang Payakumbuah. Eits, tapi kami makannya di Painan, tepatnya di Desa Sago Kecamatan IV Jurai. Kami mampir kesini, langsung bergegas menuju deretan menunya. Khilaffff! Gulai kambing, udang bakar, rendang, dendeng balado, ayam bakar, rebusan sayur, sambal ijo, ikan bakar, kerupuk, dan lain-lainnya. Kami menyesal baru makannya di malam terakhir karena terlalu mager untuk keluar. Rasanyaaaaa juaraaa! Gaes, disini bukanya jam 10.00 WIB ya!

  • Rumah Makan Spesifik Rendang dan Sate Lokan

Rendang Lokan, Sate Lokan

Saat menuju Tapan dari Painan, kami mampir untuk makan di daerah Kambang! Akhirnya, menemukan juga makanan yang direkomendasikan untuk dicicipi yaitu Sate dan Rendang Lokan. Tapi, aku mah gak mau rugi anaknya. Aku pesan sate lokan dan gulai ikan karang juga.

Haha! Ternyata, JUARAAAA! Kenapa? Karena pedas! Aku suka makanan yang pedas. Duh, khilaf banget kalau makan disini memang. Gaes, disini bukanya jam 16.00 WIB ya, kudu sabar memang untuk nunggunya.

  • Soto Padang

Jumat siang di kota Padang, kami memilih makan soto padang yang katanya rempah banget. Soto Garuda tutup di jam sholat, beruntung bapak sopir baik hati banget mau antarkan kami ke soto padang terdekat dan juga enak.  Soto Padang Rajawali, mencicipi soto campur komplit dengan emping.Soto Padang

Sekilas mirip soto lamongan tapi beda, kuat banget rempahnya!  Btw, agak bertanya nih yang jual keturunan Arab, namanya soto padang tapi kok mirip lamongan. Jadi silakan dicari ya sejarahnya Soto Padang! Disini enak banget loh, bisa dipesan untuk dibawa pulang juga!

  • Sate Danguang-Danguang

Malam hari, memutuskan untuk makan sate di Simpang Kinol. Terlintas, Sate Danguang-Danguang, diambil dari nama salah satu daerah di Kabupaten Lima Puluh Kota, Payakumbuh.

Jadi bakal beda nih sensasinya dengan makan sate padang meski makannya di Kota Padang. Duhhhh! JUARAAAAA! Kuahnya kental dan kaya rempah plus ada tambahan kacangnya! Dagingnya empukkk banget. Gak cukup satu porsi, haha! Bukanya sore menjelang malam dan cukup ramai meski saat itu hujan.

  • King Teh Talua

Sehabis menyantap sate danguang-danguang nampaknya enak kalau menutup perut dengan minuman khas ala Padang di kala hujan. Pilihannya adalah Teh Talua. Ternyata talua adalah telur. Jadi gimana?

Teh Talua

Telurnya dikocok 300x atau menggunakan mixer, ditambah dengan teh dan juga parutan cokelat serta perasan lemon. Rasanya enaaak, kayak lagi minum kue. Iya gak sih? Aku sih gitu dan ini memang enak, lebih pas kalau diminum saat bersantai bukan setelah makan lalu kenyang.

Nah, gimana? Sudah ada ancang-ancang kalau ke Padang dan Pesisir Selatan mau makan apa? Itu masih beberapa makanan yang menurut aku layak untuk dimakan atau dibawa pulang ke Jakarta. Kalau untuk kuliner di Padang, bisa diakses dengan transportasi online. Kalau di Pesisir Selatan, bisa diakses dengan menyewa kendaraan sendiri atau meminta bantuan tempat menginap.

Ini cerita kulinerku di Pesisir Selatan dan Padang! Kamu punya makanan favorit? Atau tempat makan favorit? Yuk, silakan komentar disini!

Dari awak yang ingin kembali ke Ranah Minang 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s