Datang Akan Pergi, Pesisir Selatan!

Menjadi suatu kehormatan bagi saya ketika dipercaya menjadi Project Leader dari Pelatihan Guru Belajar Literasi Pesisir Selatan. Mengingat itu adalah bulan pertama saya bergabung menjadi tim Kampus Guru Cikal. Pelatihan Guru Belajar Literasi Pesisir Selatan merupakan bagian dari proses “Playground of Minang”yang dilaksanakan oleh semua komunitas Cikal, begitu kami menyebutnya. Guru, murid, orangtua dan semua karyawan bekerja sama secara sadar untuk menyukseskan pendidikan, yang dampaknya bukan hanya guru, murid dan orangtua tetapi juga pendidikan di Pesisir Selatan, melalui Pelatihan Guru Belajar Literasi Pesisir Selatan.

WhatsApp Image 2018-10-20 at 20.32.52

Langkah Pertama yang Ramah
Jujur agak bingung ketika harus membangun dan menjalin relasi dengan Dinas Pendidikan Pesisir Selatan. Bagaimana? Langkah apa yang diambil untuk dapat membangun dan menjalin relasi? Aha! Karena teman-teman saya cukup banyak dari Sumatera Barat, saya meminta bantuan mereka untuk mencari kontak yang bisa saya hubungi, khususnya guru sekolah dasar. Teman yang di Palembang jawab, aku dari Bukit Tinggi. Teman yang di Jakarta jawab, aku Payakumbuh. Ya satu per satu teman yang asli Minang berguguran ketika ditanyakan tentang Pesisir Selatan. Sampai satu ketika teman dari Bukit Tinggi memberikan aku kontak guru SMAnya, silakan digunakan dan ternyata kontak yang diberi adalah Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan! Antara bahagia dan juga degupan jantung yang semakin kencang.

14 Maret 2018, sehari sebelumnya chat saya bak gayung bersambut dibalas dan diajak mengobrol langsung oleh Kadisdik Pesisir Selatan, beliau sedang ada pertemuan di Banten. Hasil dari obrolan saat itu, kami sepakat untuk berbarengan bergerak ke arah perubahan pendidikan Pesisir Selatan melalui Pelatihan Guru Belajar Pesisir Selatan. Tentu tidak mudah bagi Pak Zul mengatakan setuju, mengingat saya berkenalan dengan beliau via chat dan baru pertama kali bertemu langsung mengajak kerja barengan seperti ini dan sempat berpikir dan terucap, “Jadi guru-guru kami harus bayar berapa?

31 Mei 2018, saya pun sempat berbincang kembali dan mendengar kekhawatiran juga keoptimisan dari seorang Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan tentang perubahan pendidikan yang didambakan juga ingin disegerakan.

“Jangan menyalahkan anak, guru yang perlu belajar

Kedua yang Indah
19 April 2018, tiba hari dimana saya dan Pak Rizqy berkunjung kesana, mengadakan sosialisasi kepada guru-guru SD Pesisir Selatan tentang program Pelatihan Guru Belajar Literasi Pesisir Selatan yang akan berjalan dan juga proses awal sampai akhir yang membuat para guru bergerak berbarengan dan bermakna di Komunitas Guru Belajar Pesisir Selatan. Kesempatan emas tersebut tidak terlewatkan begitu saja, kami juga langsung mengadakan Temu Pendidik Daerah di aula itu (aula yang menjadi saksi betap hebatnya guru-guru Pesisir Selatan). Kan, ada kan ya ada loh guru-guru yang hebat disini, mungkin minim publikasi jadi banyak yang menduga dan salah bahwa pendidikan di pedalaman itu jauh dari kata merdeka. Tiga guru yang terlibat saat TPD perdana, membuktikan mereka memiliki praktik cerdas pengajaran di kelasnya. Saat itu yang hadir adalah mereka yang mendapatkan kepercayaan dari Dinas Pendidikan untuk menyebarkan berita ini.

20 April 2018, saya dan Pak Rizqy berkesempatan mengunjungi dua sekolah. Salah satu yang berkesan bagi saya adalah berinteraksi dengan Bu Muldifia Rajab, kepala sekolah yang menurut saya sungguh luar biasa tak terduga. Beliau sudah melakukan praktik merdeka, praktik melibatkan orangtua dan juga lingkungan sekitar. Senangnya Bu mendengar cerita dan rencana Ibu untuk anak-anak. Semoga semangatnya menular ya Bu ke teman guru lainnya!

Ketiga dan Menghela
26-28 Juli 2018, Pelatihan Guru Belajar Literasi Pesisir Selatan dimulai. Melalui proses pendaftaran dan seleksi juga tanpa iming-iming sertifikat apalagi dana, cukup menantang bagi peserta juga bagi kami. Tantangan jarak, karena jarak satu kecamatan dengan kecamtan lainnya cukup lama, 2-3 jam bahkan 6 jam. Tantangan dana, karena membutuhkan biaya perjalanan dan juga tempat menginap bagi mereka yang jauh. Namun, kami yakin tantangan ini akan dilewati begitu saja dan kami akan bertemu dengan guru-guru penggerak perubahan di Pesisir Selatan. Bukankah kita percaya, es teh hanya manis jika ditambah gula.

Mendengar cerita Bu Chusnul, Bu Husnul dan Pak Baja yang berada disana, saya pun cukup menghela. Nyatanya cukup menantang memang menjalankan program yang tak ada sertifikatnya, program yang tak ada amplopnya dan hanya bermodal dukungan juga rasa percaya dari pihak yang ingin terus bergerak dan berubah. Tenang, saya pun cukup senyum simpul dan bangga untuk mereka yang hadir bahkan mengirim pesan kepada saya, “Bu Mahayu, saya siap menanggung semua biaya sendiri, kapan lagi saya punya kesempatan belajar seperti ini.”

Silakan baca liputan pelatihan pertama tentang Merdeka Belajar dan Memanusiakan Hubungan disini ya:

https://blog.kampusgurucikal.com/semangat-merdeka-belajar-di-pesisir-selatan/

Keempat dengan Semangat
28-29 Agustus, Pelatihan Guru Belajar Literasi Pesisir Selatan tahap 2, dimulai. Semakin kesini, semakin yakin kemajuan pendidikan akan berubah. Peserta pelatihan ini diikuti oleh mayoritas guru SD, TK, SMP dan kesalutan saya ada 1 guru SMK lelaki yang memilih untuk mengikuti pelatihan ini, Pak Mechi Hardo! Bangga sekali Pak, sudah bisa memilih kebutuhan belajar Bapak sebagai seorang guru.

Saat itu, saya kembali lagi ke Pesisir Selatan dengan Bu Anya dan Bu Puti (yang sedang berulang tahun) yang juga memiliki sejarah dengan Minang. Para guru pun bertambah semangatnya, karena Kepala Dinas Pendidikan pun turut menjadi peserta pelatihan di hari kedua. Senang rasanya, sungguh saya melihat itu dari sorotan mata bapak ibu guru yang hadir. Energi mereka semakin bertambah, dan terus bertambah.

Silakan baca liputan pelatihan kedua tentang Literasi dan Numerasi disini ya:
https://blog.kampusgurucikal.com/category/program-guru-belajar/

Kelima yang Membanggakan
5-7 Oktober 2018, Temu Pendidik Nusantara 2018 juga dihadiri oleh guru-guru Pesisir Selatan, 3 mendapatkan beasiswa penggerak, 3 mendaftar reguler. Saya menyaksikan perjuangan mereka, saat harus meninggalkan murid untuk ilmu yang mereka yakini perlu untuk segera dibawa kembali untuk dipraktikan di kelas dan juga dibagi ke rekan guru Pesisir Selatan lainnya. Senang sekali, Bu Rahmiyanti juga berbicara di acara puncak TPN, 7 Oktober 2018. Senang sekali, sungguh bangga sekali dengan Bu Rahmi, Bu Elva, Bu Novi, Bu Muldifia, Bu Erma dan Bu Salawati. Saya percaya, kami percaya bahwa dengan mereka yang percaya, pendidikan Pesisir Selatan akan berubah, semakin bermakna. Maaf jika selama di Jakarta, saya tidak menemani dan juga menyambut Ibu-Ibu dengan hangat, percayalah kalau bisa semuanya saya peluk satu per satu dan juga mendengar cerita-cerita lagi.

Keenam yang Mengharuskan
“Awal kan berakhir. Terbit kan tenggelam. Pasang akan surut. Bertemu akan berpisah. Hei Sampai jumpa dilain hari untuk kita bertemu lagi.”

1 November nanti adalah tahap akhir dari Pelatihan Guru Belajar Pesisir Selatan, Pelatihan Menulis. Ohiya, nanti ada buku untuk digunakan bersama murid-murid dikelas ya Pak Bu. Sungguh, sedih rasanya ketika menulis ini. Iya, memang saya baperan sih maka saya menulis ini lebih dahulu sebelum pengumuman resmi saya berikan di grup.

Teruntuk Bapak dan Ibu Guru Pesisir Selatan, terima kasih ya untuk kepercayaan belajar, bergerak dan bermakna barengan sampai detik ini dan seterusnya. Saya tahu Bapak Ibu lelah, karena pekerjaan tak hanya di sekolah tapi juga di rumah namun masih mau memilih untuk menjadi berbeda demi pendidikan Pesisir Selatan yang bermakna. Terima kasih telah bersedia, untuk tetap ada berada di garda terdepan, menjadi guru yang merdeka belajar sepanjang hayat. Terima kasih telah bersedia untuk hadir di pelatihan, pulang dengan langsung mempraktikkan di kelas dan juga berbagi dengan rekan guru lainnya. Terima kasih untuk percaya 4 kunci pengembangan karir, kemerdekaan, kompetensi, kolaborasi dan karir. Bapak dan Ibu sudah bisa tahu berada di level mana kan? Kami menunggu cerita dan juga karyanya!

Terima kasih! Basamo Mangko Menjadi!

Salam Penuh Bangga untuk Guru-Guru Pesisir Selatan
Mahayu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s