Timelapse, Kenapa Saya Ada Disini? (1)

Saat bersekolah dulu, saya pernah diberi hukuman lari keliling lapangan saat salah mengerjakan soal matematika. Ternyata setiap matematika kalau salah pasti diberi hukuman. Akhirnya saya menyerah, daripada dihukum dan fisik saya sakit lebih baik saya mencontek dan kerap kali di cap bodoh karena salah mengerjakan matematika.

Nilai akademik saya bagus, peringkat kelas pun selalu masuk 5-10 besar tapi belum pernah mendapat peringkat 1 karena kamu, matematika. Saya pernah bertanya sama Ibu dan Bapak saya, “Kalau aku gak pinter matematika gpp kan?” Mereka jawab, “Nak, setiap orang punya tingkat kecerdasan yang berbeda di tiap pelajaran, kamu gak bodoh kok tapi tetap belajar ya.” Saya bersyukur punya orangtua yang paham hal seperti ini, perlakuan untuk belajar ke saya dan kedua adik saya pun berbeda, iya saya bersyukur.

Saya mencontek pun masih mikir, bukan tipe mencontek langsung jiplak karena pernah ada teman yang kasih jawaban yang salah. Lucu sih ini buat saya. Matematika tetap menjadi momok, sampai bertemu dengan Bu Nelly di SMA. Bu Nelly adalah sosok guru yang tidak menyalahkan dan tidak mencap bodoh anak-anak yang belum bisa mengerjakan matematika dengan benar. Saya hampiri Bu Nelly dan terjadi percakapan seperti ini:

Bu, maaf ya saya itu ngerti kalo soalnya tipe a tapi kalo tipe b gak bisa. Kayak gimana ya Bu?

Menurut kamu gimana Mahayu?

Belajar lagi Bu, boleh gak saya minta tambahan sama Ibu?

Dengan senang hati, beliau ucapkan.

Mulai saat itu saya berusaha untuk belajar matematika meski pun terkadang masih salah, saya belajar tujuannya adalah menghargai Bu Nelly karena dia juga mengapresiasi usaha saya, mungkin tidak diucapkan langsung tapi sebagai murid saya merasakan bahwa Bu Nelly mau membantu saya. Saat itu saya senang, karena menemukan guru matematika yang tidak galak, tidak menghukum dan tidak membuat saya ingin keluar kelas. Saya menemukan sosok guru matematika yang mau memahami murid, mau memfasilitasi dan mau membangun relasi.

Siapa pun belajar dari orang yang dia sukai.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s