Tampi Asih, Lombok!

Pagi menjelang siang itu, kami sedang mencari seorang yang akan menemani saya pergi ke Lombok, Nusa Tenggara Barat dalam agenda Pesta Pendidikan.

Siapa ya? Karena sasya yang akan pergi maka saya berpikir berkali-kali juga bertanya tak henti-henti, siapa ya? Cari di buku deh yang mau dibahas, cari penulisnya. Aduh, siapa sih? Tantangan kali ini adalah mencari teman dan juga narasumber disana, pasti bersama saya. Selain alasan tim kami sudah memiliki jadwal ke luar daerah, kami juga ingin mengajak kolaborasi guru di komunitas yang kami inisiasi, Komunitas Guru Belajar dari Kampus Guru Cikal.

Harus dari Jabodetabek, pertimbangan adalah aksesnya. Lalu terpikir, Ibu itu deh. Tak lama kemudian, Pak Bukik bilang, Bu Irma? Setuju! Pertimbangan saya, selain beliau penggerak di KGB Tangerang Selatan dan juga pernah mengikuti pelatihan, saya juga pernah bertemu dan berinteraksi langsung saat kami menjadi narasumber di Temu Pendidik Daerah di KGB Kabupaten Tangerang.

Kami sepakat, tak lama Bu Irma pun sepakat berangkat bersama menuju Lombok bersama saya.

Tantangan kami banyak, pesawat delay tanpa pemberitahuan yang notabene kami harus menyambung karena transit juga belum makan. Sesampainya disana, apa yang dicari tak kunjung hadir. Mengelilingi mall dua lantai dan mencari yang tak kunjung pasti. Telpon tak kunjung dijawab, lapar menjadi bahan bakar untuk meledakan kekesalan hari ini. Sadar diri, emosi tak menjawab yang ada hanya membuat waktu berjalan semakin cepat dan tak terjawab maka inisiatif bertanya pada siapa pun yang tahu dan mungkin ingin membantu. Akhirnya, selesai untuk penyambutan itu.

Esoknya, riuh kendaraan dan macet ibukota pindah kesini. Benar saja, 60 menit mencapai tujuan dengan jarak seperti itu. Kami menunggu juga sambil dihinggapi rasa campur sari dan acara yang dinanti tiba.

“Nanti kita improvisasi ya Bu, poinnya kita sesuaikan dengan kebutuhan guru-guru yang hadir disini.” Namanya Bu Irma, Ibu yang sepakat untuk anaknya belajar melalui home schooling, yang suka korea dan ternyata sudah menonton lebih dulu sampai habis drama korea yang sedang saya tonton dan Ibu yang membuat saya belajar pada tiga hari di Lombok.

Saya senang bertemu orang yang siap berhadapan dengan tantangan juga saya bahagia bersama orang yang tepat. Sebuah apresiasi patut diberi bagi mereka yang melakukannya dengan sepenuh hati bukan untuk mereka yang congkak dan haus ingin dipuji, jaga orang baik ini donk Tuhan agar semakin banyak menularkan virus baik.

Tiang Tulak Karing Semendaq, Lombok. 

Iklan

One Reply to “Tampi Asih, Lombok!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s