Permata Hati, Berkolaborasi

20180407_081119

Sabtu pagi ini, orang tua terlihat berdatangan ke sekolah. Beberapa diantaranya datang bersama anak mereka. Di ruangan kelas, beberapa orang tua bertegur sapa, menanyakan kabar juga bercerita tentang perkembangan anak mereka. Beberapa anak terlihat memindahkan kursi dan menyusunnya. Hari ini mereka diminta hadir di sekolah namun bukan untuk pembagian nilai atau perpisahan.

Pelatihan hari ini berbeda dengan dua hari sebelumnya. Dua hari lalu, kami hanya berinteraksi dengan guru, kali ini yang hadir adalah guru, orangtua dan pengawas sekolah inklusi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Menarik.

Aktivitas kelas cukup seru, ketika ada tepuk atamra menggaung di kelas. Ada yang tertawa sambil melihat teman lainnya, ada yang secepat kilat sampai terlewat berapa tepukan yang harus dibunyikan dan tawa canda lainnya. Bagi saya, hal yang menarik dan berkesan lainnya adalah interaksi guru, orangtua dan pengawas sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus.

20180407_101553

Ada orangtua yang berkeluh kesah tentang anaknya yang sering pergi tapi tidak tahu pergi kemana dengan siapa, untuk anak berkebutuhan khusus yang sudah beranjak remaja dan bisa mengendarai kendaraan beroda dua membuat Bapak tersebut khawatir anaknya terlibat di pergaulan negatif. Hal tersebut direspon oleh Ibu Irma selaku Pengawas Sekolah Inklusi dengan lugas tentang orangtua yang harus tahu tentang teman bermain anak dan juga perlu melakukan komunikasi dengan orangtua. Bu Asma selaku guru juga kepala sekolah turut menjawab kekhawatiran Bapak tersebut, “Anak Bapak sering main ke rumah saya kok setiap sore.”

Bapak Ibu proses saya belajar tentang anak berkebutuhan khusus itu dari mereka, saya belajar dari anak, bagaimana memahami mereka, bagaimana melihat kebutuhan mereka, bagaimana saya harus menghadapi mereka, saya belajar dari mereka. Mari berkomunikasi lebih lanjut, mari melibatkan, mari barengan untuk anak-anak kita mencapai tujuan mereka, ini merupakan kalimat yang saya terjemahkan dari penjelasan Bu Irma. Selalu ada tetes yang keluar dari mata Bu Irma juga yang mendengar, termasuk saya. Selalu menjadi emosional saat menjadi pendengar mereka.

20180407_083936

Mendadak refleksi dan sedikit berasumsi, komunikasi sangat berbahaya jika hanya satu arah terlebih jika tanpa data dan fakta yang penuh makna serta sendiri memang lebih cepat, barengan bisa lebih tepat. Proses belajar adalah tentang pelibatan dan proses pencapaian belajar juga tentang pelibatan?

Saat saya menulis ini, saya sedang melakukan refleksi, Dimana peran saya sebagai seorang anak yang pernah menjadi murid, seorang asisten dosen, seorang account receivable dan di posisi pekerjaan baru dalam dunia pendidikan? Mungkin salah satunya dengan menyebarkan tulisan ini, kabar baiknya teman-teman Permata Hati sedang melakukan education trip bersama orangtua, murid dan guru. Kabar baiknya lagi, Bu Asma membagikan ilmu yang di dapat dari pelatihan pada Temu Pendidik Daerah Komunitas Guru Belajar Purwokerto. Kabar baik dan menariknya lagi, minggu depan anak-anak akan belajar di Wadah Sekelir.

WhatsApp Image 2018-05-05 at 14.54.11

Sekian cerita asyik jadi teman-teman guru, sampai jumpa di cerita lainnya. Selamat Hari Pendidikan! Semoga pendidikan kita menjadi penuh makna!

#CeritaAyuBelajar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s