Diposkan pada Catatan Sesuka Hati, PosCinta

Melepas Ragu, Kembali Utuh

01.01.2018

Tepat pergantian tahun, aku sedang berkeluh kesah dengan kasur yang hanya sejenak ku tiduri selama 30 hari belakangan ini tanpa bisa ku nikmati seperti beberapa bulan sebelumnya. Tidak menerima ajakan siapa pun untuk melihat pesta kembang api atau mendengar hingar bingar tiupan terompet khalayak ramai. Aku hanya ingin berkeluh kesah dan bermanja-manja dengan kasurku.

Aku bergegas membeli makan dengan berjalan kaki ke depan, hal yang sudah lama sudah tidak aku lakukan sejak perkembangan teknologi. Tak hanya itu, memasak pun jarang karena belum ada yang siap menjadi berisi dengan masakanku. Menghindari keramaian untuk menikmati keheningan, bentuk syukurku kepada malam yang diciptakan dan hadir setelah siang.Sekembalinya aku di kamar yang aku sewa, aku memakan nasi padang (katanya) dengan menonton ulang kartun favoritku, yang akan kembali tayang di bulan ini juga. Ah, sembari menonton ulang tiba-tiba hujan datang dengan deras, kerasnya suara air menyaingi suara kartun tersebut, suara bahasa jepang dengan terjemahan bahasa indonesia yang membuatku menyudahi makan dan bergegas untuk mengambil posisi enak untuk rebahan dan kembali menonton sambil berkhayal, seandainya aku memiliki kekuatan sihir sepertinya.

Namun lamunanku tidak bertahan lama, tetangga kamar sebelah berkata bahwa hujan membuat dapur banjir, tidak seperti biasanya. Kami kewalahan karena pemilik rumah sedang berada di Lombok menikmati perayaan tahun baru. Sedang aku harus merampungkan dokumen untuk pelaksanaan audit dan dia harus berjuang untuk menjadi dokter. Kami putuskan untuk menjejerkan baskom berisi lap dan mematikan lampu dapur agar tidak terjadi hal-hal yang sudah dibayangkan. Ucapnya sebelum kaki kami memasuki kamar masing-masing, Kak nanti aku ketuk pintumu ya kalau listrik mati.

Kembali aku bergulat dan mengganti kartun dengan lagu yang ku putar acak.

Ku hampiri engkau meski kau jauh, sendiri ku tempuh hanya tuk bertempuh denganmu. Ku hampiri engkau meski kau jauh, namun hatimu tlah runtuh dan buatku terjatuh. Mungkin ku tak bisa buatmu luluh, namun kau harus tahu bahwa diriku sungguh-sungguh. Kau tak pernah tahu betapa hati yakin untukmu …………

Seakan membawaku teringat pada hubungan yang ku sebut sebagai perkenalan atau kata kerja yang mampu membawa aku dan dia pada berbagai kemungkinan, berawalan yang selalu sejajar dengan berakhiran. Apa kabar ya dia? Ah, mungkin saja dia sedang sibuk membahagiakan dirinya dan semoga tidak lupa untuk merawat hatinya. Ku aduk es krim, ku pandangi untuk kemudian ku habisi tanpa ada rasa ingin menikmati, aku hanya ingin segera membuat gelas es krim itu ke tempatnya.

Ah, kamu terlalu keras untukku. Sulit untuk ku gapai. Bagaimana bisa aku memulai sebuah hubungan tanpa ada rasa percaya dari salah satunya? Bagaimana bisa aku melangkah bersama tanpa adanya kaki yang enggan berjalan? Terlebih, jarak adalah musuh utama aku dan kamu. Ucapku, sebelum mundur perlahan dan bergerak menghilang darinya.

Sambil menertawakan dirimu sendiri dan berkata ya biarlah, dia meragu dan aku tak boleh semakin rapuh atau mengaduh. Untukmu yang ragu kepadaku yang bangkit dari rapuh, dengan tegas aku melepas. Semoga dirimu kuat, semoga hatiku sehat. Sampai berjumpa kelak. Terima kasih untuk 021 – 0711, sesaatnya.

Lepas ragumu, utuhkan kembali percayamu.

Iklan

Penulis:

Penikmat Hujan dan Pencinta Makanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s