Diposkan pada Catatan Sesuka Hati

Minimal Kamu Tahu

Malam ini, ku sengajakan untuk menumpahkan perasaan yang akhirnya sudah ku selesaikan meski pun entah kapan, jelasnya Desember 2017 ini aku sudah teramat merasa baik  dibanding tiga tahun sebelumnya.

Beberapa tahun terakhir, aku cukup terganggu dengan masa lalu bersamamu, orang pertama yang sudah jelas membuang berbagai kesempatanku, yang membuatku tak berhenti menyalahkan diriku sendiri. Beberapa waktu terakhir, aku menerimamu sebagai bagian dari hidupku, bagian dari pelajaranku. Ah, tidak! Aku pun turut andil melakukan kesalahan. Tak boleh menyalahkan siapa-siapa, cukup saja ku jadikan pelajaran.

Tiga tahun berlalu, apa pun itu yang aku lewati, aku masih saja sendiri. Aku memang menjaga hati dengan benar hati-hati. Tak ku biarkan seorang pun menyakiti lagi, cukup kamu saja saat itu. Sebab aku paham resiko mencintai adalah patah hati tapi bukan untuk sengaja dipatahkan.

Tak banyak yang tahu tentang alasan kesendirianku, kerap kali mereka berpikir aku tak bisa lepas dari masa lalu atau terlalu banyak memilih siapa kelak yang akan berdampingan denganku. Tak satu dua orang, banyak dari mereka yang berpikiran seperti itu dan meminta penjelasanku. Aku cukup tersenyum, tak perlu menjelaskan dengan repot kepada mereka, ada apa dan kenapa denganku.

Sebab aku bukanlah seorang setangguh saat ini, saat bertemu denganmu aku sudah rapuh ditambah kau pijak maka hancurlah sungguh. Aku yang saat ini terlihat tangguh bukan tanpa musabab, kamu adalah salah satu penyebabnya juga. Terima kasih ya, selamat dengan babak baru di hidupmu. Ku cukupkan untukmu hinggap di hari-hariku, setelah kau ucapkan janji di depan penghulu, dengan dia penggantiku.

PS: Sstt, beberapa waktu lalu aku bertemu dengan orang baru. Aku rasa, aku tertarik untuk memulai hubungan baru jika dia sungguh. Alasanku bukan karena kamu telah memulai hidup baru, karena dia mampu membuatku yakin untuk bertemu dengannya, karena dia berkata bahwa apa yang ku takutkan adalah sebuah tantangan dalam membangun hubungan, bukan sebuah halangan. Minimal kamu tahu, seseorang yang baru. Mohon buang ragumu.

Iklan

Penulis:

Penikmat Hujan dan Pencinta Makanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s