Diposkan pada Tak Berkategori

Kopi Pulang, 9 Agustus 2017

Meraba tanpa wicara.Seperti asa yang perlahan terbawa pahitnya machiato malam ini.

Tak akan ku seka luka, biar saja ia menganga hingga tak ada lagi mereka yang tergoda untuk mendekat hanya untuk sesaat.

Pahit itu memang sakit bahkan membuat otak menjerit, hati meringkik dan ingin menjerit pada tiap temu yang menghadirkan rindu.

Tak akan lagi ku buka, juga tak akan lagi ku mencoba mengenyahkan semua tentang luka dan tawa yang pernah ada di tiap sudut kota.

Karena aku masih ingin sejenak menikmatimu melalui kata yang keluar pada tiap langkah di kota yang pernah kita amini sebagai kota kita.

Kopi Pulang, 9 Agustus 2017.

Iklan

Penulis:

Penikmat Hujan dan Pencinta Makanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s