Berlayar Menuju Pulau Kemaro

868

Siang itu, aku melanjutkan perjalanan setelah berwisata ke Museum Balaputera Dewa dengan menggunakan bus pariwisata gratis. Pemberhentian di Benteng Kuto Besak membuatku langsung berjalan kaki menuju dermaga di bawah Jembatan Ampera, Pulau Kemaro yuk!

879

Aku melakukan tawar menawar dengan para calo dan juga para awak kapal atau speed, berkisar dari 200ribu per kapal sampai 80ribu, tergantung bagaimana caramu menawar. Pengalamanku sih mengatakan, menggunakan bahasa Palembang membuat kita mendapatkan harga terbaik. Kalau berbicara menggunakan bahasa Indonesia, kita akan dianggap pendatang dan harga pun melambung. These are us with 80K!

881

Nah, sebelum berlayar. Bapak yang membawa kami menggunakan kapalnya mengisi bahan bakar mesin dulu disini. Iya, tempat penjualannya terapung.

883

Perjalanan pergi atau pulang, kita akan banyak bertegur sapa melalui atas perahu. Contohnya saja, adik-adik ini yang sedang bermain air sungai musi. Kita arahkan kamera dan melambaikan tangan, mereka akan berbalas dengan riuh tawa sembari menyeburkan diri ke sungai. Atau berpapasan dengan orang-orang keturunan Arab yang tinggal di Kampung Arab, bisa juga bertemu dengan turis mancanegara loh!

887

Pulau Kemaro terletak di antara Pabrik Pupuk Sriwijaya dan Pertamina Plaju dan Sungai Gerong. Nah, sempat berpapasan dengan kapalnya. 

889

Sesaat mendekati Pulau Kemaro, sudah terlihatkan ada pagoda berlantai 9 disana.

911

Sesampainya di pintu masuk dermaga, disambut dengan dugan-dugan yang menarik untuk diicipi apalagi ketika melakukan perjalanan di terik sinar matahari.

890

Read? Yes, ini adalah legenda dari Pulau Kemaro atau yang bisa juga disebut sebagai Pulau Jodoh.

902

This is Pagoda dengan 9 lantai yang dibangun tahun 2006.

906

Setelah berjalan melalui pohon cinta yang sudah dipagari karena banyak yang menulis di pohon dan merusak pohon itu sendiri, maka pohon cinta dipagari tetapi tetap saja ditulis di pagar oleh orang-orang tak bertanggung jawab dan ini dia foto bersama panda, eh patung panda!

923

Sesaat sebelum meninggalkan Pulau Kemaro karena sudah ada perjanjian menunggu satu jam dengan bapak yang membawa kami kesini.

917

Untuk menikmati senja, Pulau Kemaro juga destinasi yang tepat apalagi bersama dengan mereka, orang-orang yang tepat.

924

Saat menuju jalan balik, kami meminta bapak untuk memutarkan kami di bawah Jembatan Ampera. Bagaimana rasanya? Luar biasa! Deg-degan karena kami tak cukup pandai berenang dan tak juga ada pelampung. Terima kasih hari itu 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s