Hari Bersejarah di Bumi Sriwijaya

799

Pagi itu, ku putuskan untuk menelusuri sejarah melalui apa yang disebut tempat bersejarah, museum. Menggunakan transportasi gratis yang disediakan pemerintah, aku menaikinya dari Benteng Kuto Besak menuju Museum Balaputra Dewa. Lokasinya berada di Jalan Sriijaya I No.288 KM 5.5, Alang Alang Lebar, Sukaramai, Srijaya, Alang Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30139.

805

Saat masuk hendak membayar tiket, ini adalah karya yang menakjubkan pandanganku. Ini adalah relief dari kehidupan masyarakat Sumatera Selatan. Museum Balaputradewa terbuka untuk umum mulai dari pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB kecuali hari senin, hari Minggu dibuka dari pukul 08.00 WIB sampai 14.00 WIB.  Hanya dengan membayar Rp 2.000-3.000 per orang.

808

Lagi, saya berdecak kagum pada ukiran di setiap karya-karya megah yang ada di museum ini. Artinya apa? Kapan ya dibuatnya? Kebiasaan lama, bertanya kepada diri sendiri.

809

Berfoto bersama beberapa arca megalitikum yang pernah ditemukan di Sumatera Selatan. Setelah membayar tiket masuk, kita akan menelusuri jalan menuju ke dalam dan salah satunya sebelum masuk ke beberapa ruang galeri, kita dapat menemukan arca ini.

813

Berada di ruang pamer 1 yang secara keseluruhan menceritakan tentang masa kehidupan di jaman pra sejarah (kehidupan manusia purba).  Di ruang pamer 1 telihat berbagai lukisan dan berbagai situs peninggalan hewan-hewan purba.

815

Di ruang pamer ke 2 menyajikan peninggalan arca-arca dari masa kerajaan Sriwijaya hingga peninggalan dari kerajaan Palembang Darussalam.

818

Saya berada di depan diorama, diorama ini menggambarkan Keraton Kuto Gawang berdasarkan hasil lukisan sketsa Joan van der Laen yang dibuat tahun 1659. Keratin dilukiskan menghadap ke arah Sungai Musi (ke selatan) dengan pintu masuk melalui Sungai Rengas. Disebelah timurnya berbatasan dengan Sungai Taligawe dan disebelah baratnya berbatasan dengan Sungai Buah. Dalam gambar sketsa tampak Sungai Taligawe, Sungai Rengas dan Sungai Buah tampak terus ke utara dan satu sama lain tidak bersambung. Sebagai batas kota sisi utara adalah kayu besi dan kayu unglen. Ditengah benteng tampak berdiri megah bangunan keraton yang letaknya di sebelah barat Sungai Rengas. Keraton Kuto Gawang ini didirikan oelh Ki Gede ing Suro pada awal abad ke 17 Masehi. Sekarang lokasi eks Keraton Kuto Gawang telah berdiri Pabrik Pupuk Sriwijaya. (Nampaknya seperti ini, boleh dicari informasinya lebih lengkap). HEHE 😀

811

Sebelum lanjut berjalan mengelilingi area museum, saya duduk dulu. Cekrek dikit! Karena hanya dikasih waktu berkeliling selama kurang lebih 60 menit, kurang? Iya, kurang banget untuk menikmati tempat ini.

820

Kalian punya uang 10rb? Ini bentuk aslinya, Rumah Limas. Rumah Limas di Museum Balaputradewa adalah rumah yang dahulu dimiliki oleh orang arab bernama Sarip Abdurahman Al Habsi (Arif) yang diangkat oleh Belanda menjadi seorang Kapitan.  Rumah Limas tersebut dibangun pada tahun 1836 Masehi lalu kemudian dijual kepada Pangeran Betung.  Rumah Limas tersebut masih sangat lengkap dengan berbagai macam perabotan yang khas Palembang seperti kursi, lemari, lampu-lampu gantung, dan lainnya.

857

Ohiya, saat memasuki rumah ini kita akan bertemu dengan bapak yang siap menjawab segala pertanyaan kita, jangan tanya jodoh kamu siapa ya. Haha 😀

830

Ini tempat duduk yang hanya boleh kita ambil fotonya, bukan untuk di duduki. Ornamennya lihat deh kayak buat raja dan ratu ya, iya biasanya ini ditempati raja dan ratu sehari.

847

Ini adalah salah satu ruangan di dalam rumah, kursi dan meja yang masih bisa kita duduki. Ada beberapa kursi yang hanya bisa dilihat, mungkin karena faktor usia yang sudah agak renta dan rapuh sehingga jika diduduki bisa rusak.

848

Ini salah satu kursi yang bisa melihat halaman luar langsung. Spot asik menikmati pagi dan sore hari.

853

Nah, sebelum kalian punya mesin penyimpan makanan aka kulkas dengan bentuk yang seperti sekarang. Sumatera Selatan pun sudah punya loh, keren kan!

854

Setiap daerah di Indonesia punya karakteristik yang kuat, Sumatera Selatan pun punya!

Ini adalah tampak jalan menuju ruang belakang, suka sekali dengan tiap detailnya!

856

Perjalanan bersejarah part satu harus dicukupkan karena kita sudah dipanggil untuk pulang. Btw, tadinya cuma berdua sama Mele dan ketemu dua orang lagi dari Jakarta yang lagi pengen jalan-jalan disini. Perjalanan ke museum itu perjalanan bersejarah dan penuh makna untukku. Senang sekali seandainya bisa menikmati sejarah di setiap daerah, someday!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s