Hari Ber(Sejarah) di Ibukota

Hari itu, memang bukan jadwalku untuk berlibur atau bahkan merencanakan untuk berlibur di ibukota. Menurutku, ibukota terlalu pengap untuk jiwa yang sedang engap. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, mengurus sesuatu sembari bertemu dengan teman-teman relawan ditambah sedikit jalan-jalan adalah bonus.

Chat dari Sam, sangat menggembirakan. “Beta free kak, mau ditemenin jalan-jalan kemana?” Yeay, akhirnya ada yang punya waktu kosong untuk berjumpa dengan aku, perempuan dari pelosok Sumatera. Singkat cerita, Jakarta hujan siang itu. Aku berjalan kaki dari rumah Kak Ichi menuju Stasiun Duren Kalibata. By the way, this is my first time for using public transportation in here. Agak bercemas ria, mana kereta yang harus aku tumpangi karena waktu tiba agak terlambat dari jadwal yang telah ditentukan.

Kak Sam, aku nunggu disini ya. Yaudah, aku nanti turun aja disana (padahal tempat tujuan itu masih beberapa stasiun lagi tapi daripada kesasar). Beruntungnya, gerbong yang dinaiki Kak Sam tepat berhenti di depanku dan sesuai rencana awal.

Dan hujan pun melanda. Beruntung Kak Sam orangnya well prepared, dipinjemin payung. Lalu kita city tour dengan bis gratis dari pemerintah, lebih banyak ghibahnya. HAHA!

Kita ke Galeri Indonesia Kaya, dan aku menjadi tour guide. Tukang foto dan video, beberapa sudah ku posting di akun sosmed. Ngakak full ketika gak ngerti, gak bisa atau gak paham main yang acak batik.

Setelah makan dan cuaca mendukung, perjalanan berlanjut ke kota tua dengan menaiki Trans Jakarta. Lucky me, ketemu kakak ganteng, Kak Daniel, kakaknya Sam. Hai Kak, mempesona loh.

Mari berjalan-jalan di kota tua. Museum adalah tempat paling menarik untuk saya kunjungi. Disana akan banyak pertanyaan memuncak tapi sepanjang menelusuri museum, saya belum bertemu jawaban yang di kepala. (Ini ukirannya kenapa gini, ini mirip sama ini, ini kenapa mesti gini terus gimana).

IMG_9981

Nah, ini yang paling aku suka. Kapal! Aku nemu miniaturnya di salah satu sudut ruangan museum. Sebagai pemimpi bisa naik kapal seperti ini beneran suatu hari dan berlayar ke negeri narnia untuk bertemu aslan *lah.

IMG_9940

Salah satu spot favorit disini, karena sejuk dan gak terlalu ramai. Dibawah ada penjara yang sudah tidak terpakai lagi, aku sih gak kebayang gimana pengepnya ada di dalam sana.

IMG_9949

Ini burung-burung dara di pelataran depan museum, tepatnya di dekat parkiran sepeda ontel warna-warni. Liat mereka ini semacam adem ayem dan nikmat apalagi cuaca kota tua saat itu memang lagi mendukung.

 IMG_9969

Rasanya pengen sih keliling kota tua sambil naik sepeda tapi memakai rok adalah kerempongan tersendiri untukku, jadi cuma cekrek di parkirannya.

IMG_9984

Dan taraaaaaa, makasih loh Samuel Theodore atas chit-chat di hari ini. Sam, salah satu relawan Komite Sosialisasi CPM XIV yang paling rusuh diantara yang lainnya. Baik? Anak-anak Komsos CPM baik-baik semua kok tapi tetep Sam paling rusuh. Berhubung Sam ini Runner, sepanjang jalan menurut gw itu lari haha. Makasih yaaa Sam 🙂

IMG_9964

Penutup bercerita di hari ber-Sejarah, ternyata jadwal pulang saat itu adalah jam ngenes dimana akan gegap gempita dipenuhi orang. Aku sih asik aja duduk, ternyata sudah berdiri dari tiga stasiun sebelum kalibata pas mau turun untung masih ada Sam, jadi dibantuin ngedorong orang-orang di depan untuk kasih jalan. Oh, kereta sungguh terima kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s