Ruang Berbagi Ilmu Makassar 2016

2882

Halo, mau cerita tentang Ruang Berbagi Ilmu, LAGI. Tapi kali ini bercerita sebagai salah satu narasumber bukan panitia pusat atau lokal. Yap, keputusan untuk mendaftarkan diri sebagai relawan narasumber adalah keputusan cukup besar yang aku ambil di warsa 2016. Aku sudah pernah menjadi panitia pusat RuBI dan juga panitia lokal RuBI di Musi Banyuasin di semester pertama dan juga sedang mengemban amanah sebagai wali kelas sosialisasi semester dua 2016 (divisi langgananku).

Melihat suksesnya RuBI Musi Banyuasin, aku terpikir untuk menantang dan mengasah kemampuanku. Ayo, jadi relawan narasumber! Ayo, bercerita dan berbagi dengan para pendidik! Ini salah satu kesempatan dan cara berterima kasih terhadap para gurumu, ayo daftar Mahayu! Begitu caraku memotivasi diri sendiri, ya harus ada peningkatan donk. Aku daftar tetapi dengan menyimpannya sebagai rahasia, diam-diam dan tak ada satu pun yang boleh tahu, termasuk panitia.

Kami memiliki grup yang berisi Kepala Sekolah dan Wali Kelas, lengkapnya kami semua perempuan. Ichi, Thika, Sonia, Arinta, Stella dan Mahayu (OMG, obrolan gak sebatas dinamika gerakan ini, obrolan tentang skincare, pekerjaan juga kehidupan masuk di dalam list obrolan). Saat itu, aku menyimak dan menangkap sebuah obrolan bahwa ada beberapa calon potensial yang harus digugurkan karena tidak mengisi form dengan serius. Really, aku sih agak kelola ekspektasi karena aku cukup sadar diri, siapa sih aku.

Malam pengumuman relawan terpilih, aku harus begadang untuk menerima list relawan terpilih yang akan aku berikan kepada tim desain. Tepat jam 12 malam dengan ngantuk, aku sembari melihat namaku: Bojonegoro KOSONG dan Bener Meriah KOSONG. Oke, aku langsung bilang ke diriku sendiri, gpp yu yang penting udah daftar sambil scroll terus ke daerah lain. Makassar, Mahayu Ismaniar! Aku lolos disini, ah rupanya aku lupa bahwa ada tiga daerah yang aku pilih, sebenarnya aku sangat ingin sekali ke Bener Meriah tapi ya sudahlah.

“Ya ampun, Mahayu daftar jadi relawan narasumber? Mahayu, ke Makassar? Ya ampun, kan udah jadi wali kelas sosialisasi, masih daftar juga jadi relawan.” Begitulah, ucapan beberapa teman-temanku dan aku hanya kasih senyuman saja. 

Dan aku menjadi narasumber untuk materi disiplin positif bersama dengan Kak Hellya dan Atik, mereka berdua latar belakang pendidikannya psikologi dan hanya aku sendiri yang beda, pemerintahan. Kak Hellya ini asalnya dari Banjarmasin dan Atik asalnya dari Surabaya, kalo aku asalnya sih dari hati kamu :p

2681

Kita melakukan persiapan dengan grup WhatsApp, dari materi sampai ke teknis. Tapi jujur, aku tipe orang yang cenderung perfeksionis dan lebih prepare untuk tatap muka untuk membahas hal sepenting ini tetapi dengan keadaan kita yang berbeda dari tiga pulau, ya sudah deh. Menurutku, ketika orang sudah memilih sesuatu seharusnya iya bisa bertanggung jawab atas apa yang sudah ia pilih, melakukannya dengan maksimal. Pun dengan menjadi relawan narasumber artinya aku harus siap mental dan juga materi, tak hanya itu kami pun sepakat untuk memakai teknik penyampaian cetar, eh bomber-b. Kalau kalian relawannya Indonesia Mengajar, saya yakin tahu deh dengan teknik ini.

2899

Setelah acara pembukaan, kami bertiga berjumpa untuk pertama kalinya, tektok. Aduh, deg-degan euy bilang ha hi hu he ho di depan para pengajar yang aku yakin bahwa mereka semua punya banyak pengalaman. Mengajak mereka ikut aktif dalam materi adalah salah satu cara untuk membangkitkan kesadaran mereka. Disiplin positif itu perlu untuk dipahami, untuk mendoktrin diri sendiri juga menurutku. Jujur sih, waktunya kurang banget karena praktek belum terlaksana. So far, mereka itu semacam pemantik buat aku untuk gak berpuas diri untuk mengasah kemampuan biar menjadi orang yang lebih bermanfaat.

2900

Nah, tibalah saat dipenghujung acara. Mereka adalah perwakilan dari Best Team dan juga Best Speaker di materi disiplin positif. Untuk materinya, nanti aku kasih tersendiri ya. Terima kasih loh Kak Hellya dan Atik atas kerja timnya. Nanti, kita satu tim lagi ya (tim panitia nikahan haha). Makasih juga untuk Teh Ugha dan Teh Tuti yang siap sedia buat dengerin aku yang cukup bawel nanya tentang disiplin positif ini. Ini konsekuensinya buat aku daftar jadi relawan narasumber Ruang Berbagi Ilmu dengan melakukan tiga iuran, aku bahagia maksimal. Kalo kamu bahagia, aku gak tanggung jawab ya. RuBI itu selalu punya nilai spesial untuk aku. Tulisannya masih berlanjut kok, banyak momen menarik disana yang belum sempat aku ceritain.

Salah satu yang selalu bikin aku selalu ingat dan bahagia ketika saat selesai materi, ada seorang bapak yang berkata: “Saya sudah pernah ikut berbagai macam pelatihan yang bertemakan pendidikan, saya diberikan fasilitas lengkap, penginapan, transportasi, konsumsi dan pulangnya pun dikasih sangu tetapi saya baru merasakan pelatihan yang berbeda, yang saya rasa pelatihan semacam ini yang dibutuhkan oleh kami para guru, pelatihan terbaik yang pernah saya ikuti. Saya pun tersadar setelah mengikuti materi disiplin positif, saya banyak melakukan kesalahan dan saya mencoba mengintropeksi kembali agar bisa menjadi guru yang lebih baik.” 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s