Sarjana Yang Ingin Menjadi Sarjana

Tujuh tahun lalu, aku harus memilih dimana aku harus melanjutkan pendidikanku. Belum diberi kepercayaan untuk mengambil pendidikan diluar Lampung dan disarankan untuk mengambil FKIP oleh orangtua. Disaat bersamaan keinginan untuk menjadi mahasiswi jurusan Akuntansi dan Komunikasi semakin kuat. Saat itu, aku di dalam kebimbangan karena Ibu tetap ingin aku mengambil FKIP, masalah kepercayaan diri muncul lagi ketika teman-teman berkata, Ah, aku pasti lulus di Komunikasi dan banyak dari mereka yang mengambil jurusan itu. Aku kembali berpikir untuk memutuskan apa jurusan pilihanku selain FKIP Ekonomi, waktu pendaftaran hanya diberikan dua hari saja, Ilmu Pemerintahan adalah pilihan pertamaku.

Jumat, 3 April 2009. Di koran yang masih aku simpan, tertera nama kelulusanku di seleksi jalur Penelusuran Kemampuan Akademik dan Bakat UNILA. Diberi tahu oleh teman ayah, Om Sulton saat pagi hari.

Disambut oleh ucapan selamat tetapi banyak juga yang memulai komat kamit, ayu jadi mahasiswi PKAB itu berat loh, dikucilkan dikelas sama teman-teman, nanti nilainya jelek langsung dikeluarkan dari kampus, kalau lulus PKAB tidak boleh daftar SNMPTN, dan lain sebagainya.

Ah, sudahlah. Selamat datang Mahayu! Selamat menikmati jadi mahasiswa. 

Semester awal aku tak sepenuhnya menjadi mahasiswa kupu-kupu, kuliah pulang dan tak juga sepenuhnya aktif di organisasi karena aku masih menyelesaikan D1 Desain Grafisku. Aku belum terlalu bersemangat kuliah, aku bukan tipe pembelajar yang menyalin. Alhasil, indeks prestasiku pas sekali 3.25 (Aku teringat dengan ucapan sepupuku, 2.75 itu sudah besar). Lanjut, semester dua aku mulai panas (lagi) dengan organisasi dan hobiku, entah seperti api yang menjalar hebat. IPK ku hanya mampu membawaku untuk mengambil 21 sks saja. Rasanya ? Bangkit ! Ini nih tantangan, aku tak seberapa tahu siapa saja yang mengalami hal sepertiku. Disatu sisi, ini kesalahanku yang belum bisa menemukan ritme tetapi disisi lain ini sebagai acuan untuk mematahkan anggapan lama, ketika semester tiga dimulai tidak dengan 24 sks maka wisuda akan lebih lama dari batas normal.

Menyelesaikan D1 Desain Grafis dengan ekstra kerja keras dibantu oleh teman-teman laki-laki sekelasku, aku adalah satu-satunya perempuan disana. Bak bayung bersambut, aku ditawarkan untuk jadi asisten pelatih Corel Draw untuk pelatihan tenaga Dinas Kesehatan se-Provinsi Lampung (Sekarang sudah mulai amnesia dengan software-software itu).

Kebimbangan muncul lagi, aku masih ingin melanjutkan pendidikan tapi apa ya. Ingatanku tertuju pada salah satu kampus swasta, tempat aku mengikuti lomba debat bahasa inggris semasa SMA. Ah, sudahlah daftar saja. Aku pasti bisa 🙂

Hai, Aku sudah lulus D1 Desain Grafis. Aku mahasiswa semester tiga Ilmu Pemerintahan dan semester satu Sastra Inggris. Aku pun mulai bersemangat menjalani hari. Mengemban amanah sebagai pengurus dan anggota di beberapa komunitas, rapat organisasi dan menjadi Master of Ceremony juga menjadi rutinitasku saat-saat itu. Aku percaya dengan kerja keras, cerdas dan tuntas akan membawaku pada sebuah hal besar lainnya. Usai mendapatkan beasiswa di Ilmu Pemerintahan, aku juga mendapatkannya di Sastra Inggris. IPK selalu diatas 3.5 bahkan pernah sampai 4. Bangga ? Pasti. Ini salah satu caraku menjawab dan meyakinkan orangtuaku, aku akan bertanggung jawab atas tiap pilihanku.

Hari-hariku, dipenuhi dengan segala aktivitas itu. Aku suka itu! Tapi mereka tidak suka aku terlalu memforsir diri sendiri, tidur hanya tiga sampai empat jam atau bahkan tak menentu. Iya, tahun-tahun penuh kerja keras.

Dan tibalah saat negara api menyerang, semua diluar batas kemampuan. Ketika dihadapkan dengan KKN 40 hari dan perkuliahan sudah dimulai 3 minggu, dihadapkan pada salah satu dosen dikampus swasta yang memberikanku nilai K (aku tak pernah mengumpulkan tugas, UTS dan UAS) padahal aku selalu memenuhinya dan sudah diberikan bukti, masih saja aku belum lulus dengan nilai perbaikan yang ia berikan, D (katanya aku tidak masuk 8 hari). Aku masih mencoba untuk berpikir positif, mungkin aku belum maksimal. Tak apa, targetku adalah lulus di IP dahulu baru di Sasing. Prediksiku, tak akan mengganggu targetku. Ternyata, aku salah.

Aku harus bertarung dengan waktu, aku harus selesai dengan Ilmu Pemerintahan di tepat waktu. Memang aku menghadapi terjalnya ACC judul skripsi, Allah Maha Baik dan Perencana paling apik. Jerih payahku, membawa buku bertas-tas, mencari referensi terbaru dan juga membayar denda Rp 200.000 tak seberapa dengan diterima judulku, diberikan dua pembimbing yang ternyata aku pernah menjadi asisten dosen beliau. Bangga dan bahagia! Drama skripsiku terjadi di sidang kompre, Jumat dan Senin adalah hari tak terlupakan. Aku sarjana, akhirnya! Lulusan pertama, terbaik ketiga dan IPK 3.65.

Euforiaku hanya sesaat, aku harus kembali fokus kuliah dan juga mencari kerja. Tapi ternyata, prediksiku salah. Entah berapa kali aku harus berhadapan dengan dosen itu, dosen yang membuatku berkali-kali tidak lulus, dosen yang membuatku semakin malas untuk ke kampus dan membuatku menghindar untuk mengambil mata kuliah yang dia ampu. Entah, bukan hanya aku saja tetapi aku merasa lelah dan rendah, ketika usaha terasa sia-sia.

Aku lelah, akhirnya aku bekerja diluar daerah. Kurang lebih dua tahun, aku tak benar-benar melupakan statusku. Aku ingin pindah tetapi terkendala dengan bayaran, di semester-semester yang aku lewati, harus aku lunasi. Lanjut cerita, aku mengikuti tes masuk magister tetapi tak seperti yang dijanjikan pada awalnya, tentang waktu perkuliahan, aku mengalah untuk tidak mengambilnya. Aku tak hanya ingin mengambil gelar, lebih dari itu.

Di detik aku menulis ini, aku masih ingin menembus batasku. Aku seorang sarjana yang masih ingin menjadi sarjana, masih ingin melanjutkan strata dua dan masih akan terus haus akan ilmu. Dua tahun ini, aku gunakan semaksimal yang ku bisa. Aku yang dahulu pernah menjadi asisten dosen dan juga seorang guru, aku yang masih berkeinginan menjadi calon istri dan ibu yang cerdas nantinya, aku telah mendapatkan suntikan untuk tetap mendapatkan ilmu. Mungkin, jika Tuhan berkenan hal ini adalah jalan tebusan untukku melunasi Sastra Inggrisku. Rencanaku baik, terlebih rencana -Mu apalagi jika niat dan usaha baik ini, Kau dan semesta iyakan. Semoga 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s