RuBI : Gugus Guru Inspiratif Musi Banyuasin

1455

Bergabung di RuBI memang atas kesadaran diri sendiri tetapi bergabung sebagai Panitia Lokal RuBI MuBa memiliki kisah tersendiri. Winda Nurjayanti, salah satu sahabatku, merupakan Ketua Panitia Lokal Kelas Inspirasi Musi Banyuasin, pernah aku ikuti. Berlanjut ke pertemuan berikutnya yang menghantarkan kami layaknya sister from another parent.

Kami sempat bertemu di Kelas Akademi Berbagi dan Malam Puisi Palembang, kemudian bertemu kembali di Tim Sosialisasi Ruang Berbagi Ilmu. Disaat itu Winda menjerumuskan aku menjadi Koordinator Divisi Sosialisasi RuBI Musi Banyuasin. Semester I 2016 memiliki 8 titik penyelenggaraan Ruang Berbagi Ilmu dan Kabupaten Musi Banyuasin adalah salah satunya.

Aku merasa spesial bergabung dengan orang-orang yang memiliki keahlian spesial semuanya. Bersama Pengajar Muda Angkatan X Musi Banyuasin dan Tenaga Pendidik penempatan Lalan dan Bayung Lencir juga Panitia Lokal, merancang untuk mensukseskan RuBI yang akan serentak diselenggarakan di dua tempat pada 30 April dan 1 Mei 2016 dengan tema “Waktunya Guru Beraksi”.

Singkat cerita, kami melakukan penggalangan dana melalui kita bisa untuk mendapatkan dana agar terlaksananya kegiatan. Alhamdulillah, mendapatkan dana melebihi target. Bisa disimak di https://kitabisa.com/rubiformuba ya 🙂 Sekalian mau kasih tips bagaimana Panitia RuBI MuBa berhasil menggalang dana sebanyak itu, ajak dan rayu orang terdekat. Ini adalah tips yang paling utama dan mayoritas berhasil dilakukan untuk menggalang dana. PDKT dengan stakeholder yang peduli dengan pendidikan, tak jarang mereka juga akan bantu menyebarkan ke koleganya untuk ikut membantu loh. Tak lupa, ucapan terima kasih untuk para donatur dengan memberikan kaos hasil desain dari Panitia Lokal, Yudho. Relawan terpilih, panitia lokal dan panitia pusat berembuk untuk penyusunan materi yang telah membuat modul yang bisa di unduh https://issuu.com/enggar.wardhani/docs/modul_rubi_muba dan juga dibagikan pada saat pelaksanaan “Training For Trainers” kepada para peserta.

Tepat pada saat berakhirnya pelaksanaan serentak Ruang Berbagi Ilmu Semester I Musi Banyuasin di Kecamatan Lalan dan Bayung Lencir, lahirlah Gugus Guru Inspiratif. Gugus Guru Inspiratif adalah produk dari Ruang Berbagi Ilmu Musi Banyuasin. Sangat dan teramat diharapkan bahwa ketika selesainya pelaksanaan RuBI akan membawa dampak jangka panjang bagi tenaga pendidik di MuBa kelak dan salah satunya melalui GGI.

GGI, Gugus Guru Inspiratif berisikan para tenaga pendidik yang merupakan peserta Ruang Berbagi Ilmu Musi Banyuasin yang akan terus berbagi tentang materi yang di dapat tanpa henti (Aamin).

Dan berikut akan saya sedikit menceritakan tentang dampak dari Pelaksanaan Ruang Berbagi Ilmu di Kecamatan Bayung Lencir. Fitri, salah satu panitia di RuBI Bayung Lencir dan juga peserta RuBI yang merupakan tenaga pendidik, saya todong untuk menceritakan dampak RuBI :

Yang saya rasain setelah kenal RuBI banyaaak bangeet, dari MBK, signal, sampe ke kegiatan yang keren-keren. Dan efeknya kerasa banget disekolah kami, Kelas makin rame dan meriah. KBM jadi seru dan bervariasi. Guru-guru juga makin pede gunain metode-metode baru. Disekolah kami khususnya. Kami sudah berhasil buat acara yang terinspirasi dari Kelas Inspirasi. Kami ramu jadi Family School. Alhamdulillahnya setelah 2 minggu acara itu sdh ada 3 sekolah yang akan melaksanakan hal serupa. Disekolah mereka masing-masing. Banyak kegiatan yang kami kenal dari RuBI, salah satunya yaa kelas inspirasi ini, Setelah RuBI, ada GGI, yang beranggotakan alumni RuBI. Kegiatan GGI sendiri membagikan MBK yang dibuat oleh alumni di setiap wilayah kecamatan melalui acara KKG. Juga mengumpulkan MBK baru yg sudah dibuat para guru ditiap wilayahnya dalam kegiatan KKG tersebut. Setelah seluruh wilayah mendapatkan materi dari GGI, Tim GGI berencana untuk singgah ke kecamatan sebelah, guna membagikan pengetahuan yang kami dapatkan selama kegiatan RuBI MuBa. Doa kan semoga rencana ini berhasil diwujudkan.

Nah, Sebegitu dahsyatnya dampak dari Ruang Berbagi Ilmu yang diadakan di Musi Banyuasin yang serentak di dua kecamatan, ini baru kesan dari Fitri, peserta dari Bayung Lencir (belum dar peserta lainnya).

Kali ini saya akan menyampaikan kegiatan Gugus Guru Inspiratif di Kecamatan Lalan, dimana Kak Shinta PM XII Musi Banyuasin melaporkan kegiatan pada tanggal 5 November 2016, melakukan pengimbasan di gugus 1.

1. Penjelasan jenis MBK oleh Bu Sri

2. Praktek MBK dengan fasil Pak Sarido

3. PR tiap sekolah untuk membuat semacam RPP MBK untuk bulan depan, karena  waktu sudah cukup lama jadi ide kreatif peserta KKG ditampung dengan PR untuk bulan depan.

Materi pengimbasan selain jenis-jenis metode adalah tentang TANGRAM. Pak Sarido membagi kelas menjadi beberapa kelompok dan menjelaskan pembuatan tangram. Peserta juga praktek menggunting dan menyusun tangram.

1. Peserta diminta membuat berbagai jenis bangun datar dari potongan kertas

2. Pengenalan luas dengan menghitung luas bangun tertentu ketika satu bangun diketahui luasnya

3. Ide kreatif dan imajinatif masing-masing kelompok untuk membuat bentuk hewan/benda dari potongan kertas.

Pak Sarido juga telah mengenalkan lampu kamera action. Dikenalkan pula beberapa tepuk apresiasi. Peserta aktif mengikuti dan berakting sebagai  siswa. Bahkan sampai ibu pengawas masuk ke kelompok dan membentuk benda imajiner dengan potongan kertas.

Ceritanya masih akan terus berlanjut, masih tentang Ruang Berbagi Ilmu dan masih tentang kamu, RuBI dan GGI. Masih banyak sekali cerita tentang dampak Ruang Berbagi Ilmu di Musi Banyuasin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s