Bulir Sriwijaya :The Beginning Of Life

Bulir Sriwijaya adalah salah satu wadah berkumpulnya komunitas se-Sumatera Selatan. Salah satu divisinya bergerak dibidang pendidikan. Ketertarikan saya di dunia sosial pendidikan dan anak-anak yang membuat saya mantap menjadi Relawan Paruh Waktu dan diajak oleh sahabat saya, Okta, untuk turut aktif di Bulir Sriwijaya. Sabtu, 5 November 2016 jam 09.00 sampai selesai diadakan nonton dan diskusi bareng tentang Film The Beginning Of Life di kediaman Pak Ade Karyana (Bapaknya anak-anak komunitas yang selalu bersedia menyediakan tempat untuk kami mengadakan acara). Kami membatasi jumlah peserta sebanyak 25 peserta.

The Beginning of Life, salah satu film dokumenter dari UNICEF yang bertemakan edukasi publik untuk perkembangan anak usia dini yang diambil dari beragam sudut pandang dari beberapa negara. Ditemani oleh Ibu Renny, Psikolog Rumah Sakit Siloam dan Annisa Dwi Astuti, Sarjana Psikologi UI yang sedang bertugas menjadi Pengajar Muda XII Musi Banyuasin Indonesia Mengajar akan melengkapi acara nonton bareng dan diskusi bareng yang sebelumnya sudah dibuka dengan ice breaking. Peserta pun membawa buku untuk disumbangkan di Sedekah Buku Indonesia.

Sengaja belum menontonnya juga, agar saya sebagai moderator bisa fokus untuk menerima dan menyampaikan pertanyaan dari peserta kepada narasumber nanti. Film yang berdurasi dua jam ini sangat syarat makna. Berikut hasil pemahaman saya dari menonton dan juga mendengarkan beberapa permasalahan yang kerap kali ditemukan pada masa pertumbuhan anak adalah :

  • Tidak setaranya peran serta Ibu dan Ayah, masih banyak yang berpikiran bahwa yang bertanggung jawab mengurus pertumbuhan anak adalah Ibu, padahal kerja sama dari Ayah dan Ibu sangat penting dalam membentuk karakter anak mereka kelak. Tak sampai disitu saja, kerap kali orang tua yang bertengkar dan terlihat melakukan kekerasan fisik atau kekerasan verbal dapat dengan jelas terekam di memori anak dan memiliki dampak jangka panjang yang dikhawatirkan akan meniru tingkah serupa.
  • Tidak siapnya menjadi orang tua, kehamilan yang tidak diinginkan karena kasus perkosaan, hubungan diluar nikah juga memicu sikap cuek ketika anak tersebut lahir di dunia tanpa adanya cukup perhatian.
  • Perceraian, cukup banyak kasus anak-anak dengan perilaku menyimpang karena orang tua mereka berpisah dan tak punya cukup arah untuk menentukan langkah dan lingkungan pun tak perduli.
  • Poverty denies children. Yes, sangat amat disayangkan ketika anak-anak dalam masa pertumbuhan harus dihadapkan dengan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan pangan.
dsc_0562
Foto Bersama Panitia, Peserta dan Narasumber

Beberapa hasil dari pertanyaan saat diskusi :

  • Salah satu sekolah anak usia dini yang menawarkan program half day atau full day menemukan bahwa masih ada orang tua yang lalai akan tanggung jawabnya. Seperti, lupa menjemput anak dan lupa dengan yang tertera hitam diatas putih bahwa ini adalah tempat membentuk karakter anak-anak, bukan untuk mengharuskan anak-anak wajib dapat membaca, menulis dan menghitung.
  • Pola asuh lama yang tidak sesuai untuk diterapkan pada anak milenial menyebabkan adanya jarak atau renggangnya hubungan antara orang tua dan anak. Seperti anak yang kekurangan ruang untuk berekspresi menyebabkan sikap diluar yang usil dan saat kembali ke rumah hanya mengunci diri saja di kamar. Apakah sudah terlambat untuk memiliki hubungan yang baik antara orang tua dan anak ? Tentu saja, tidak. Sangat berpeluang untuk dapat diperbaiki, melalui berbicara dari hati ke hati dengan mengurangi ego masing-masing.
  • Teknik berkomunikasi dengan pasien pasca melahirkan dan juga teknik berkomunikasi dengan orang tua di sekolah pun menjadi jawaban atas beberapa pertanyaan dari peserta.

Dan tibalah dipenghujung ulasan tentang film The Beginning of Life dengan sudut pandang saya. Anak memulai belajar dari dalam kandungan, ajaklah berkomunikasi. Tahun pertama tumbuh kembang anak adalah tahap yang sangat formatif untuk membentuk kesadaran diri. Bentuklah sebuah rasa keluarga dalam hubungan anak dan orang tua. Bagaimana ? Berikan rasa nyaman dan aman pada anak, pelukan misalnya. Untuk orang tua yang bekerja dan meminta pertolongan orang tua untuk menjaga, berilah penjelasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, karena kerap kali orang tua menginginkan anaknya belajar untuk mandiri tetapi kakek dan neneknya malah memanjakannya. Miliki hubungan yang berkualitas dengan anak, mengajaknya membuat sesuatu yang dia inginkan bukan membelikannya yang sudah jadi dan dengan cuma-cuma. Anak adalah peniru terhebat, jadilah contoh yang hebat. Anak-anak memang tanggung jawab orang tuanya tetapi kita sebagai anggota keluarga dan masyarakat pun memiliki tanggung jawab pada mereka. Investasi pada masa kanak-kanak yang baik akan memberikan kontribusi kemajuan pada suatu bangsa kelaknya.

Banyak sekali bekal untuk para orang tua dan calon orang tua dengan menonton film yang menggugah dan juga meneguhkan hati kita. Sempat bercakap dengan Bu Renny, ” Bu, saya sangat tertarik dengan dunia sosial pendidikan dan juga anak-anak, hitung-hitung sebagai bekal jika kelak saya dipercaya memiliki anak. Tapi Bu, teori memang mudah sekali didapat dengan membaca buku atau berdiskusi. Apa nanti ketika terjadi, ketika saya menjadi orang tua, saya dapat mengaplikasikannya ?” Ini pertanyaan pribadi, jujur agak khawatir dengan diri sendiri. Bu Renny berkata bahwa ini adalah PR kamu, dan akan terus menjadi PR untuk kamu. Perhitungkan awal mula, dengan memiliki pasangan yang dapat mengkomunikasikan untuk tumbuh kembang anak.

Ah, tak terasa waktu selesai. Nonton dan diskusi bareng selesai dan ketika mau pulang, kami telah disiapkan makan siang oleh keluarga Pak Ade, terima kasih Pak Bu. Terima kasih juga untuk teman-teman Panitia, Narasumber dan juga peserta yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi.

♥ Kita tidak bisa memilih lahir dan tumbuh dari orang tua seperti apa tetapi kita bisa memilih mau menjadi orang tua seperti apa ♥

FYI, untuk yang mau mengadakan acara serupa bisa daftar di http://bit.ly/NobarFilm 🙂

Iklan

2 Replies to “Bulir Sriwijaya :The Beginning Of Life”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s